Contoh Frasa Idiomatis beserta Maknanya

Contoh Frasa Idiomatis – Salah satu mapel yang materinya banyak dicari di internet adalah bahasa Indonesia. Untuk itu, blog lalelitm.com sebagai blog pendidikan menyediakan materi bahasa Indonesia. Untuk tulisan pertama kategori bahasa Indonesia di blog ini Admin coba bahas tentang frasa idiomatik. Apakah itu?

Frasa idiomatik, berasal dari gabungan kata frasa dan idiomatik. Frasa merupakan kelompok kata dengan jumlah minal dua kata. Sedangkan idiomatik bisa diartikan sebagai bukan bermakna sebenarnya. Dari hal ini bisa disimpulkan bahwa frasa idiomatik merupakan kelompok kata yang bukan bermakna sebenarnya.

Berikut ini contoh frasa idiomatis dalam bahasa Indonesia beserta maknanya.

jiwa besar: sabar
meja hijau: pengadilan
jago merah: api kebakaran
naik daun: terkenal
banting tulang: kerja keras
besar kepala: sombong
cuci tangan: tidak ikut campur
berat sebelah: tidak tega
buah tangan: oleh-oleh
lapangan hijau: lapangan sepak bola
muka dua: berbohong
campur tangan: ikut campur
lupa diri: tidak sadar
anak emas: anak kesayangan
berat hati: tidak tega
darah daging: keluarga kandung
tutup usia: meninggal dunia
lepas tangan: tak bertanggung jawab
turun tangan: ikut membantu
macan ompong: penguasa tanpa kekuatan
keras kepala: tak mau mendengarkan nasihat orang lain
buta hati: tidak punya rasa belas kasih
orang jauh: perantau
panjang umur: lama hidupnya
tinggi hati: sombong
pangku tangan: tak berbuat apa-apa
murah hati: baik hati
aral melintang: hambatan
kabar angin: kabar yang kebenarannya belum pasti
kecil hati: merasa disepelekan
angkat kaki: pergi
angkat topi: hormat
biang keladi: penyebab masalah

Berikut ini contoh penggunaan frasa idiomatis dalam kalimat.

1. Penguasa tidak boleh menjadi macan ompong menghadapi tekanan asing.

2. Tersangka kasus korupsi pembangunan jembatan layang sedang menunggu keputusan hakim di meja hijau.

3. Sepulangnya dari Bandung, Pak Adi membawa buah tangan berupa mainan kereta api untuk anaknya.

4. Meski kalah dalam pertandingan bulu tangkis, ia berbesar hati menerima kekalahan itu.

5. Ia rela banting tulang hingga malam hari demi menafkahi keluarga kecilnya.

6. Wacana tentang penghapusan ujian nasional ternyata bukan kabar angin semata.

7. Hingga dini hari, si jago merah belum juga berhasil dipadamkan oleh para pemadam kebakaran.

8. Meski sudah naik daun, ia tetap rendah hati.

9. Anisa sedih karena suaminya hanya berpangku tangan, tak mau berusaha mencari pekerjaan.

10. Pak Dani menyarankan agar Adi menyelesaikan masalahnya dengan kepala dingin.

11. Tim sepak bola Indonesia harus gigit jari karena tidak lolos seleksi piala dunia.

12. Kita harus cari siapa biang keladi masalah ini.

13. Ia tidak boleh keras kepala.

14. Keputusan wasit seharusnya jangan berat sebelah.

15. Ibu itu tak rela darah daging satu-satunya dihina oleh tetangganya.

16. Para relawan turun tangan membantu korban bencana gempa bumi.

Demikian pembahasan tentang frasa idiomatis dalam bahasa Indonesia.