Contoh Kata Ulang

Contoh Kata Ulang – Bahasa Indonesia memang bahasa kita. Tapi, mapel bahasa Indonesia bukan berarti mapel yang bisa disepelekan. Ada banyak materi yang dapat dipelajari seputar bahasa, seperti bentuk kata, bentuk kalimat, dan sebagainya.

Kali ini kita bahas kata ulang. Apakah itu? Kata ulang merupakan kata yang telah mengalami proses pengulangan kata. Kata ulang dibagi menjadi beberapa jenis. Pada bahasan kali ini ada juga pembahasan tentang makna kata ulang.

Jenis-jenis Kata Ulang

1. Kata ulang sebagian (dwipurwa): berupa pengulangan suku kata awal. Huruf vokal pada suku awal berubah menjadi e.

Contoh: leluasa, tetangga, rerumputan, lelaki, pepohonan

Contoh kalimat yang menggunakan kata ulang sebagian
– Ia menjatuhkan pensil di antara rerumputan.
– Pepohonan di hutan tampak indah.
– Tito berterima kasih kepada para tetangganya yang telah membantu memperbaiki rumahnya.
– Lelaki berbadan tegap itu ternyata ayah Ali.

2. Kata ulang penuh (dwilingga): berupa kata ulang bentuk dasar secara menyeluruh. Kata ulang ini dapat berupa pengulangan kata dasar maupun kata berimbuhan.

Contoh: hewan-hewan, makan-makan, tumbuh-tumbuhan, anak-anak, , barang-barang, jalan-jalan, macam-macam, kata-kata, tiga-tiga, contoh-contoh, perusahaan-perusahaan, berita-berita, informasi-informasi, kebaikan-kebaikan, kesalahan-kesalahan

Contoh kalimat yang menggunakan kata ulang penuh
– Keluarga Amin sedang jalan-jalan ke kebun binatang.
– Di kebun binatang, ada macam-macam hewan yang dijumpai Amin.
– Informasi-informasi yang kalian dapat dari internet sebaiknya diperiksa dulu kebenarannya.
– Andi sudah mengemas barang-barang yang akan ia bawa ke Aceh.
– Belum sempat mengeluarkan kata-kata, Weni ditinggal begitu saja oleh suaminya.

3. Kata ulang berimbuhan: merupakan kata ulang yang yang mengalami perubahan bunyi pada salah satu bentuk dasarnya.

Contoh kata ulang berimbuhan: semata-mata, bersama-sama, tolong-menolong, bersiap-siap, bermaaf-maafan, rumah-rumahan, tukar-menukar, terbayang-bayang, tergesa-gesa, terbawa-bawa, mengelu-elukan, berduyun-duyun, terkotak-kotak, terbahak-bahak, berbondong-bondong, terpingkal-pingkal, terbata-bata, terbirit-birit

Contoh kalimat yang menggunakan kata ulang berimbuhan
– Para warga tolong-menolong dalam membangun jembatan.
– Nabila dibelikan mainan rumah-rumahan oleh ayahnya.
– Narto melihat Danang tergesa-gesa berangkat ke sekolah.
– Ia melakukan itu semata-mata agar keluarganya bahagia.
– Dudung tertawa terbahak-bahak menonton animasi Keluarga Somad.
– Rombongan wisatawan berduyun-duyun memasuki taman wisata.
– Ia berbicara terbata-bata seolah-olah telah terjadi sesuatu yang menimpanya.

4. Kata ulang berubah bunyi: berupa kata ulang yang salah satu bentuk dasarnya mengalami perubahan bunyi.

Contoh kata ulang berubah bunyi: sayur-mayur, serba-serbi, warna-warni, gotong-royong, bolak-balik, asal-usul, muda-mudi, celingak-celinguk, ingar-bingar, pernak-pernik, jungkat-jungkit, kelap-kelip, selang-seling, ombang-ambing, mondar-mandir

Contoh kalimat yang menggunakan kata ulang berubah bunyi
– Ibu berbelanja sayur-mayur di pasar.
– Dari tadi ia mondar-mandir kebingungan.

5. Kata ulang semu: merupakan kata yang sebenarnya bukan kata ulang, melainkan kata dasar.

Contoh kata ulang semu: kupu-kupu, cumi-cumi, teka-teki, laba-laba, kolang-kaling, kura-kura, gado-gado, ubur-ubur, kunang-kunang, agar-agar, onde-onde

Contoh kalimat yang menggunakan kata ulang semu
– Najwa pergi ke warung untuk membeli gado-gado.
– Neneng sedang membuat agar-agar.
– Nanang berjualan manisan kolang-kaling.
– Adi sedang mengejar kupu-kupu.
– Cumi-cumi merupakan hewan laut.

Makna kata ulang
– saling: bercakap-cakap, bersalam-salaman, berbalas-balasan, berjauh-jauhan
– melemahkan: kebarat-baratan, kekanak-kanakan
– bermacam-macam: buah-buahan, sayur-sayuran, umbi-umbian
– jamak: orang-orang, remaja-remaja, murid-murid, guru-guru
– menyerupai: mobil-mobilan, motor-motoran, ular-ularan, rumah-rumahan
– intensitas (frekuensi, kuantitas, atau kualitas): mondar-mandir, kuda-kuda
– dalam keadaan: matang-matang, mentah-mentah, masak-masak, hidup-hidup
– kolektif: satu-satu, lima-lima
– himpunan: berhari-hari, berjam-jam, berminggu-minggu
– walaupun: kecil-kecil
– perihal: masak-memasak
– kegiatan bersenang-senang: makan-makan, bermain-main, jalan-jalan, tidur-tiduran
– perbalasan: bahu-membahu, tolong-menolong
– tindakan berulang: berulang-ulang, berkali-kali
– agak: kehijau-hijauan, kebiru-biruan, kebarat-baratan

Contoh kalimat yang menggunakan kata ulang
1. Sudah berulang-ulang ia diperingatkan oleh ayahnya, tapi ia tak memedulikan ucapaan ayahnya.
2. Guru-guru sedang mengadakan rapat.
3. Murid-murid kelas 5 SD Nusantara sedang melakukan kegiatan baris-berbaris.
4. Lebih baik kamu pikir dulu rencanamu matang-matang.
5. Tini sudah berjam-jam menunggu bus, tapi belum ada satu pun bus yang lewat.
6. Para warga bahu-membahu memperbaiki jembatan yang rusak terkena terjangan air.
7. Sulastri mencemaskan suaminya yang berhari-hari belum juga pulang.
8. Nadia tengah asyik tidur-tiduran di atas rerumputan.
9. Yani membawa buah-buahan yang ia beli dari pasar.
10. Nasir sedang bermain mobil-mobilan.

Coba kalian cari apa makna kata ulang pada kalimat-kalimat di atas.

Demikian pembahasan tentang kata ulang dalam bahasa Indonesia. Selain yang telah disebutkan di atas, coba cari 5 kata ulang beserta maknanya.