Besaran Vektor- Pengertian, Rumus, Modul, Contoh Soal

Posted on

Besaran Vektor- Pengertian, Rumus, Modul, Contoh Soal

Apa yang terbenak di pikiran kalian jika mendengar kata fisika, ya pelajaran yang satu ini memang cukup ditakuti oleh pelajar karena dianggap suatu pelajaran yang sulit namun itu tidaklah benar jika kita tetap belajar dan berusaha. Pembahasan kali ini mengenai besaran. Dalam ilmu fisika besaran terbagi atas besaran vektor dan besaran skalar. Besaran vektor merupakan besaran yang memliki arah serta nilai, sedangkan besaran skalar adalah kebalikan dari besaran vektor yaitu tidak memliki arah. Contoh sederhana besaran vektor yang harus memenuhi komponen nilai dan arah adalah kecepatan, percepatan, gaya dan lain-lain.

Contoh dari besaran skalar adalah jarak, waktu, berat dan lain-lain. Dalam menentukan rumus dari besaran vektor terbilang lebih sulit dari besaran skalar namun bukan berarti rumus dari besaran vektor sulit dipahami. Ilmu yang satu ini akan mulai kamu temui di jenjang pendidikan SLTA sederajat terutama yang SMA IPA bahkan sampai digunakan di perkuliahan terutama yang mengambil jurusan teknik.

Besaran vektor merupakan besaran fisika yang mempunyai nilai dan juga arah, di dalam hal ini nilai dan juga arah yang menjadi informasi yang saling melengkapi, contohnya saja adalah besaran vektor yang merupakan perpindahan, kecepatan, gaya, momentum dan juga medan listrik dan masih banyak yang lainnya.

Di dalam menyatakan besaran vektor sendiri, nilai vektor yang harusnya diikuti dengan arahnya seperti contoh kecepatan mobil 20km/jam ke timur kemudian mobil berpindah sejauh 400 meter ke arah kanan.

Untuk menulis besaran vektor sendiri harus dibedakan dengan besaran lainnya yang bukan termasuk besaran vektor. Biasanya fituliskan dengan menggunakan huruf cetak tebal, cetak miring atau pun huruf capital. Contohnya seperti cara penulisan besaran vektor seperti di bawah ini:

Kecepatan menggunakan simbol huruf v

Gaya menggunakan simbol dengan huruf F

Momentum menggunakan simbol dengan menggunakan huruf p

 

Rumus-rumus besaran vektor beserta syarat yang memenuhi :

 

  • Komponen vektor dan vektor satuan

Satuan vektor dapat dinyatakan dalam bentuk  komponen dan satuan vektor secara sederhana satuan vektor terbagi atas sumbu x dan sumbu y

Fx : F cos x

Fy : F sin Y

Jika komponen vektor berada di sumbu x dan sumbu y maka dapat disimpulkan

F : Fx(i) + Fy(j)

I dan j merupakan vektor satuan sementara untuk vektor 3 dimensi yang memliki arah tertentu vektor satuan memiliki 3 Komponen yaitu x, y, z yang dapat ditulis

F : Fx(i) + Fy(j) + Fz(k)

 

  • Penjumlahan dan pengurangan vektor

Dalam penjumlahan dan pengurangan vektor tergantung dari bentuk komponen dari arah vektor masing-masing bentuk memiliki rumus tersendiri, contoh penjumlahan vektor metode jajar genjang, penjumlahan vektor metode segitiga, penjumlahan vektor metode poligon dan masih banyak lagi. Sementara untuk penjumlahan vektor dengan dimensi yang sama dapat melakukan penjumlahan biasa yaitu dengan menyesuaikan komponen dari satuanya contoh A+B={ fx(i) + fy (j) + fz(k)} + {fx(i) + fy(j) + fz(k)}

Semetara untuk menentukan besaran vektor adalah

AB = √x² + y² + z²

 

  • Perkalian vektor
  1. perkalian dengan konstanta

Yaitu perkalian antara dua vektor yang memliki komponen yang sama contoh vektor satuan A dikali dengan vektor komponen B

  1. Perkalian Dot

Yaitu perkalian dua vektor yang menghasilkan besaran skalar sehingga biasa disebut “dot produk”

  1. Perkalian cross

Hasil dari perkalian vektor ini adalah tegak lurus terhadap vektor yang dikalikan.

 

Contoh soal besaran vektor

  1. dalam suatu komponen vektor terdapat komponen A = 2i + 3j +2k dan komponen vektor B = 3i +2j + 2k

Tentukan besaran vektor dari penjumlahan vektor tersebut

Jawab :

A+B = 9i + 6j +4k

= 19

  1. Dua buah vektor membentuk sebuah sudut 67° dan jika results gaya membentuk sudut 37° maka hitung F1 atau gaya awal. Jika diketahui F2 15 N

Jawab :

F2 / sin 30  = F1 / sin 37 = R / sin 67
15 / sin 30  = F1 / sin 37
15 / ½  = F1 / 3/5
F1 = 18 N

 

Maka gaya awal sebesar 18 N

 

Nah itulah beberapa contoh dari besaran vektor untuk referensi contoh lain dapat kalian temukan di buku-buku fisika SMA. Besaran vektor memang pelajaran yang mudah namun lain cerita jika kita malas maka semua yang mudah pun dianggap sulit. Dalam setiap usaha selalu menghasilkan manfaat dan tidak ada usaha yang sia-sia. Sekian artikel mengenai besaran vektor semogo dapat membantu menambah pengetahuanmu yang ingin belajar dan meningkatkan ilmu pengetahuan. Sampai jumpa lagi di artikel dan pembahasan yang berikutnya ya.

 

Baca Artikel Lainnya :