Cerita Fabel – Pengertian, Ciri – Ciri, Struktur Teks Dan Contoh

Posted on

Cerita Fabel – Pengertian, Ciri – Ciri, Struktur Teks Dan Contoh

Laelitm.com – Cerita fable pastinya sudah sering anda dengar terutama pada saat masih kecil dulu karena cerita ini memang sangat digemari oleh anak – anak. Nah, apa sih cerita fable itu? Yuk, langsung saja simak ulasannya di bawah ini!

Pengertian

Fabel adalah suatu cerita fiksi atau pun khayalan sama seperti cerita pada umumnya, namun yang membedakannya dengan cerita yang lain adalah tokoh pemeran dalam cerita ini merupakan hewan atau binatang yang memiliki sifat, watak dan perilaku layaknya manusia, seperti pintar, licik, jahat dan juga baik hati.

Tujuan dari cerita fabel ini sendiri adalah untuk menyampaikan suatu pesan moral atau nasihat yang digunakan untuk mendidik anak – anak. Salah satu contoh cerita fabel yang cukup terkenal dari Indonesia adalah Si Kancil. Pastinya anda pernah membaca atau pun mendengar mengenai kisah Si Kancil yang cerdik dan pintar ini bukan.

Ciri-Ciri Cerita Fabel

  1. Tokoh dan karakternya adalah binatang.
  2. Tema cerita menggunakan isu atau hubungan sosial.
  3. Watak digambarkan layaknya watak atau sifat manusia seperti baik hati, bijaksana, culas dan lain sebagainya.
  4. Tokoh hewan yang berperan juga digambarkan seolah bisa berbicara, berpikir dan juga bertingkah laku layaknya manusia.
  5. Menggunakan sudut pandang orang ketiga.
  6. Menggunakan alur maju.
  7. Konflik mencakup semua permasalahan antara binatang dan dunianya namun dibuat hampir sama dengan kehidupan manusia.
  8. Menggunakan latar lengkap seperti latar tempat, waktu, sosial dan emosi.
  9. Gaya bahasa yang digunakan memiliki sifat naratif yang mengandung kalimat langsung dan menggunakan bahasa informal dengan gaya sehari – hari.
  10. Mengandung amanat dan pesan di akhir cerita.

Struktur Teks Cerita Fabel

Berikut ini adalah struktur teks yang terdapat pada cerita fabel :

  1. Orientasi

Adalah tahap awal yang memiliki isi pengenalan tokoh, latar belakang tempat atau pun waktu.

  1. Komplikasi

Adalah klimaks atau puncak dari sebuah permasalahan yang dialami oleh tokoh, di sinilah konflik yang terjadi antara pemeran baik dan jahat mulai disuguhkan.

  1. Resolusi

Adalah bagian yang memiliki isi pemecahan dari masalah yang dialami oleh tokoh utama dan masalah biasanya akan diselesaikan menggunakan cara yang unik dan kreatif.

  1. Koda

Adalah bagian paling akhir yang memiliki isi mengenai perubahan yang terjadi terhadap tokoh dan pelajaran yang bisa dipetik dari cerita tersebut.

Unsur Unsur Cerita Fabel

  1. Tema : merupakan idea tau gagasan inti dari sebuah cerita, tema ini sendiri ditemukan dari kalimat kunci yang akan diungkapkan oleh tokoh atau pun penyimpulan keseluruhan peristiwa sebab akibat yang ada pada cerita tersebut.
  2. Latar : meliputi latar tempat, waktu emosional atau pun sosial.
  3. Tokoh : pelaku yang terlibat di dalam cerita ini merupakan binatang yang memiliki karakter seperti manusia ada tokoh protagonist, antagonis, tokoh utama dan tokoh pembantu.
  4. Watak : sifat – sifat yang digambarkan oleh tokoh cerita yang mirip dari manusia pada umumnya.
  5. Konflik : di dalam cerita ini juga ada permasalahan yang harus diselesaikan atau dipecahkan.
  6. Amanat : terdapat pesan atau nasihat yang ada di dalam cerita.
  7. Cara penceritaan : menggunakan sudut pandang orang ketika.
  8. Tujuan : menghibur, menginspirasi dan memberikan nasihat bijak.
  9. Alur : menggunakan laur maju.
  10. Pesan : penulis ingin menyampaikan pesan bagi pembaca dan pesan ini merupakan pesan yang mendidik.

Contoh Cerita Fabel

Judul : Si Kancil, Harimau Dan Buaya Muara

Pada suatu siang, Si Kancil sedang berlari menghindari kejaran Harimau lapar yang sangat bernafsu ingin memangsanya, setelah berlari berjam – jam lamanya mengindari si Harimau yang kelaparan, Kancil pun bisa terbebas dari Harimau.

“Sepertinya Harimau sudah tidak mengejarku lagi, dia pasti kelelahan,” pikir Si Kancil sambil terus berlari. Tubuhnya yang ramping dengan kaki jenjang membuatnya bisa berlari sedikit lebih cepat dari Harimau, akan tetapi dia juga tak boleh berhenti, dia hanya beruntung Harimau cukup lemah karena dalam keadaan lapar. Seandainya Harimau berada dalam stamina puncak Kancil pasti sudah diterkamnya dan dijadikan makanan penutup.

Harimau yang berada di belakang Kancil pun, memutukan untuk kembali berlari setelah berhenti beberapa saat untuk mengambil napas, “Aku tidak boleh berhenti, kali ini akan kudapatkan kau Kancil.” Begitu bernafsunya Harimau sehingga lelah yang dirasa pun tak dihiraukan, dia kembali berlari meski tenaganya telah hampir habis.

Kancil yang mendengar auman Harimau mempercepat larinya hingga dia tak sadar jalan yang dilewatinya menuju ke sebuah Rawa yang menjadi sarang puluhan Buaya.

Saat berhanti dan sadar, si Kancil pun terlambat karena telah berhenti di depan muara dan melihat puluhan pasang mata buaya melihat ke arahnya, “Mangsa empuk,” pikir salah satu Buaya Muara.

Kancil kaget bukan main melihat puluhan ekor Buaya yang siap untuk menyantapnya, sementara itu Kancil tentu tak bisa berbalik arah karena Harimau berada tepat di belakangnya. Di Kancil berfikir sejenak lalu keluarlah sebuah ide.

“Banyak sekali Buaya di sini,” ujar si Kancil.

“Benar dan kami semua akan memakanmu,” sahut salah satu Buaya.

“Tunggu dulu! Jika kalian semua memakanku, apa kalian semua bisa membagi daging ku yang manis ini dengan rata? Aku tidak mau menjadi santapan yang diperebutkan oleh kalian.”

“Tentu saja yang paling kuat yang akan mendapatkan daging paling banyak,” jawab Buaya. Mendengar kalimat itu, membuat sekawanan Buaya ini menjadi saling beradu pendapat dan pertengkaran pun mulai terjadi.

“Jangan bertengkar! Biar adil aku akan bantu kalian?” seru Kancil.

“Membantu apa?”

“Aku akan membantu untuk menghitung jumlah kalian sehingga kalian bisa membagi daging ku dengan sama rata, dagingku ini sangat manis jika kalian berkelahi dan mengoyaknya bukankah akan sangat membuat dagingku yang manis ini rusak.”

Mendengar penjelasan Kancil, Buaya yang sudah tergiur dengan kelezatan daging Kancil pun setuju dengan idenya. Maka Kancil meminta Buaya untuk berbari sepanjang sungai agar Kancil bisa menghitungnya.

Lalu mulai lah Kancil melompat pada tubuh buaya sambil menghitung, “1, 2, 3, 4” pada hitungan ke enam belas. Kancil berada dekat dengan daratan seberang, lalu melompatlah Kancil. Dengan begitu Kancil telah berhasil melewati rawa dengan bantuan para Buaya.

Setelah sampai di daratan seberang Kancil lantas tancap gas dan lari sekencang – kencangnya.  Buaya yang sudah kelaparan pun merasa tertipu dan murka pada Kancil. Tepat pada saat itu, Harimau tiba dengan tenaga yang telah terkuras habis untuk mengejar Kancil. Sebagai gantinya karena tak mendapatkan Kancil, Para Buaya itu pun memangsa Harimau yang telah tak berdaya karena kehabisan tenaga sehingga tak mampu melawan Buaya.

Pesan dari cerita ini adalah, dalam melakukan sesuatu tak boleh terburu nafsu seperti Harimau yang tak menyadari kemampuannya, karena setiap kemampuan ada batasnya maka sebaiknya bersabar untuk mendapatkan hasil lebih baik. Sementara itu setiap permasalahan, sepelik apapun pasti ada jalan keluarnya asal kita bisa berpikir dengan jernih dan bijak seperti Kancil yang mampu memperdaya Buaya untuk lepas dari kejaran Harimau.

 

Jadi cerita Fabel yang mana nih, yang paling anda suka dari semua cerita fabel yang ada?

Artikel Lainnya :