Kalimat Konjungsi Pertentangan – Pengertian dan Contohnya

Posted on

Kalimat Konjungsi Pertentangan

Laelitm.com – Kalimat konjungsi pertentangan merupakan salah satu dari jenis kata konjungsi yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini. Konjungsi sendiri merupakan kata tugas yang memiliki kegunaan untuk menghubungkan antarklausa, antarkalimat hingga antarparagraf. Kalimat konjungsi ini sendiri biasanya diletakkan di tengah kalimat.

Sedangkan untuk kata penghubung akan diletakkan pada antarkalimat yang berada di awal kalimat. Atau bisa juga diletakkan setelah tanda titik, tanda seru atau pun tanda tanya. Sedangkan kata penghubung untuk antar paragraf akan diletakkan di awal paragraf.

Kata konjungsi memiliki beberapa jenis, dan yang akan kita bahas kali ini adalah kalimat konjungsi pertentangan.

 

Pengertian Konjungsi

Konjungsi adalah suatu kata yang biasa digunakan dalam penulisan tidak resmi mau pun resmi. Seperti dalam teks narasi atau teks eksposisi dan lain sebagainya.

Konjungsi dapat diartikan sebagai kata hubung dengan salah satu tipe kohesi gramatikal yang menghubungkan suatu unsur dengan unsur lain dalam tulisan.

 

Fungsi Konjungsi

Konjungsi sendiri memiliki fungsi di antaranya adalah sebagai berikut :

1.) Menjadi penghubung bagi suatu kalimat dengan kalimat lainnya.

2.) Digunakan untuk menghubungkan suatu paragraf dengan paragraf yang lain atau transisi.

3.) Dapat menghubungkan klausa satu dengan klausa lain.

4.) Sebagai penghubung antara satu frasa dengan frasa lainnya.

5.) Menghubungkan suatu kata dengan kata yang lainnya.

 

Ciri-Ciri Konjungsi

Ciri ciri dari konjungsi bisa dilihat di bawah ini :

1.) Koordinasi yang digunakan untuk menghubungkan dua klausa mau pun lebih yang kedudukannya setara. Sementara koordinasi yang menghubungkan dua klausa adalah bagian dari klausa yang lain.

2.) Kalimat dihubungkan dengan menggunakan konjungsi, baik konjungsi koordinatif, subordinatif atau pun yang berbentuk kalimat majemuk.

3.) Konjungsi biasanya diletakkan di tengah kalimat sebagai penghubung antara kalimat satu dengan kalimat lain.

4.) Mengandung subjek yang sama pada saat menghubungkan dua kalimat atau klausa.

5.) Untuk menggabungkan kalimat menggunakan tanda koma ( , ).

 

Jenis-Jenis Konjungsi

1.) Konjungsi Aditif (Gabungan)

Konjungsi ini digunakan untuk menggabungkan dua kata, klausa atau frasa dengan kedudukan yang sama.

Contoh Kalimat :

Ega membeli buah apel dan anggur untuk Lala.

 

2.) Konjungsi Disjungsi (Pilihan)

Digunakan untuk menghubungkan dua kalimat yang sederajat dan fungsinya untuk memilih salah satu dari dua hal yang diberikan.

Contoh Kalimat :

Lala bingung antara memilih buah apel atau anggur.

 

3.) Konjungsi Waktu

Digunakan untuk menjelaskan hubungan waktu di antara dua kalimat.

Contoh Kalimat :

Anggi menjadi lebih pendiam semenjak liburan dari Bali.

 

4.) Konjungsi Final (Tujuan)

Digunakan untuk menjelaskan maksud dan tujuan dari sebuah kejadian.

Contoh Kalimat :

Laili berlatih dengan sangat giat agar dapat menjadi juara dalam lomba Bulu Tangkis.

 

5.) Konjungsi Sebab (Kausal)

Menjelaskan mengenai peristiwa yang terjadi karena adanya sebab tertentu.

Contoh Kalimat :

Lala menangis seharian karena kucing kesayangannya hilang.

 

6.) Konjungsi Akibat (Konsekutif)

Digunakan untuk menjelaskan jika sebuah peristiwa terjadi karena suatu hal tertentu.

Contoh Kalimat :

Lala terus saja menangis sehingga matanya menjadi merah dan bengkak.

 

7.) Konjungsi Syarat (Kondisional)

Digunakan untuk menjelaskan suatu hal yang terjadi karena adanya sebuah syarat tertentu telah terpenuhi.

Contoh Kalimat :

Laili bisa menjadi juara asalkan dia mau berlatih setiap hari.

 

8.) Konjungsi Tak Bersyarat

Digunakan untuk menjelaskan tidak semua hal membutuhkan sebuah syarat untuk terwujud.

Contoh Kalimat :

Akhirnya Laili berhasil menjadi juara meskipun dia sempat merasa malas untuk berlatih.

 

9.) Konjungsi Perbandingan

Digunakan untuk menghubungkan dua hal dan membandingkannya.

Contoh Kalimat :

Ega dan Lala memiliki banyak kemiripan bagaikan pinang dibelah dua.

 

10.) Konjungsi Korelatif

Terdiri dari dua kata dan digunakan untuk menghubungkan dua bagian kalimat yang satu sama lain saling mempengaruhi.

Contoh Kalimat :

Sekian lama pergi Laili sekarang terlihat semakin cantik saja.

 

12.) Konjungsi Penegas

Digunakan untuk menegaskan kalimat yang sebelumnya disebutkan.

Contoh Kalimat :

Laili sekarang semakin sombing apalagi sekarang dia semakin kaya raya.

 

13.) Konjungsi Penjelas

Digunakan untuk menghubungkan dua kalimat dan menjelaskan kalimat pendahulu dengan kalimat penghubungnya.

Contoh Kalimat :

Laili sudah menjelaskan bahwa  dia kini bukan orang kaya lagi.

 

14.) Konjungsi Pembenaran

Mengabungkan dua hal dengan cara membenarkan suatu hal dan menolak hal yang lain dalam sebuah kalimat.

Contoh Kalimat :

Banyak orang yang tidak suka dengan Laili meskipun kini dia sudah berubah menjadi lebih baik.

 

15.) Konjungsi Urutan

Digunakan untuk menyatakan urutan dari sebuah kejadian.

Contoh kalimat :

Pergilah ke rumah Ayah lalu antarkan Ayah untuk pergi berobat.

 

16.) Konjungsi Situasi

Konjungsi ini digunakan untuk menjelaskan suatu perbuatan yang terjadi dalam sebuah keadaan tertentu.

Contoh Kalimat :

Ayah tetap tidak mau diajak ke rumah sakit padahal sakitnya sudah terlampau parah.

 

17.) Konjungsi Pertentangan

Konjungsi ini menghubungkan dua bagian kalimat yang kedudukannya sederajat namun saling bertentangan.

Contoh Kalimat :

Banyak orang masih tidak menyukai Laila meskipun dia sudah minta maaf dan tidak sombong lagi.

 

Nah, pada poin terakhir kita membahas mengenai konjungsi pertentangan yang akan kita kupas lebih tuntas pada ulasan kali ini. Langsung simak di bawah ini yuk!

 

Pengertian Kalimat Konjungsi Pertentangan

Kalimat konjungsi pertentangan ini sendiri merupakan kalimat yang isinya saling berlawanan satu sama lain dengan pernyataan dengan pernyataan yang lainnya.

Biasanya sih, kalimat konjungsi pertentangan ini menggunakan kata kata seperti namu, padahal, sebalinya dan akan tetapi.

Jika dilihat sekilas kalimat pertentangan memiliki kemiripan dengan kalimat perbandingan. Tapi jika dilihat sekilas pastilah ada perbedaan. Perbedaannya terletak pada artik dari kedua kalimat tersebut.

Kalimat pertentangan memiliki arti untuk menghubungkan sesuatu yang berbeda dalam satu kalimat.

Sedangkan pada kalimat perbandingan memiliki tujuan untuk membandingkan dua hal yang berbeda dengan satu objek.

 

 

10+ Contoh Kalimat Konjungsi Pertentangan

1.) Banyak warga yang keluar tanpa menggunakan masker meskipun wabah Covid 19 semakin parah di seluruh dunia.

2.) Beberapa Mall masih dibuka meskipun kota tersebut dalam status red zone akibat Covid 19.

3.) Cipta Prakerja Omnibus Law tetap disahkan meskipun ditentang oleh seluruh rakyat Indonesia.

4.) Nasib buruh di negeri ini tidak pasti walaupun banyak Investor asing masuk ke Indonesia.

5.) Pemilu dan Pilkada tetap dilaksanakan meskipun masih dalam keadaan bahaya Corona.

6.) Laili tidak mau diisolasi di rumah sakit meskipun sudah positif Covid 19.

7.) Banyak orang yang masih tidak mau menjaga kebersihan dengan cuci tangan kendatipun Covid 19 mulai menyebar di seluruh negeri.

8.) Korea Selatan masih membuka sekolah dan aktivitas lainnya sekalipun kasus Covid 19 mulai naik kembali.

9.) Nasib para rakyat sengsara namun Pemerintah seolah tidak peduli dan mensahkan RUU Cipta Prakerja.

10.) Polisi menahan para mahasiswa yang ikut aksi demo meskipun  yang berbuat onar adalah pihak lain.

 

Demikian contoh kalimat konjungsi perbandingan menutup pembahasan kita pada kali ini, sampai jumpa di pembahasan berikutnya.

Artikel Lainnya :