Konjungsi Penambahan – Pengertian, Jenis, Macam, dan Contohnya

Posted on

laelitm.com – pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai materi konjungsi penambahan, akan dibahas mulai dari definisi, pengertian, jenis, macam macam, dan contohnya. Simak berikut ini penjelasannya.

Pengertian Konjungsi Penambahan

Konjungsi Penambahan
Konjungsi Penambahan

Suatu kalimat sederhana dapat digabung dengan menggunakan kata hubung (konjungsi). Ada beberapa jenis kata hubung. Kata hubung tersebut di antaranya adalah kata hubung penambahan, perlawanan, pilihan, dan sebab akibat.

Contoh:

1. Kata penghubung Penambahan
Memakai kata hubung dan
Contoh:
– Kursi dan meja
– Ayah dan lbu

2. Kata penghubung Perlawanan
Memakai kata hubung: tetapi, melainkan, sedangkan
Contoh:
– Bukan baju itu, tetapi baju ini yang kuingin.
– Bukan itu yang kumaksud melainkan yang ini.
– Ayahku bekerja sedangkan ibu di rumah.

3. Kata Hubung Pilihan
Menggunakan kata hubung atau
Contoh:
Pilih aku atau dia

4. Kata Hubung Sebab Akibat
Menggunakan kata hubung: sehingga, maka, akibatnya
Contoh:
– Ia sakit sehingga tak masuk sekolah

Jenis -jenis konjungsi

Seperti yang sudah kita bahas dalam Artikel sebelumnya Namun akan kita bahas lebih spesifik agar dapat lebih di pahami, berikut ini penjelasannya.
Konjungsi Intra Kalimat
Konjungsi intra kalimat atau disebut juga konjungsi antar klausa fungsinya untuk menghubungkan klausa induk dan klausa anak yang mana letaknya umumnya dibagian tengah-tengah kalimat. Didalam kata hubung antarklausa atau intrakalimat ini terdapat pembagian lagi, yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif.
Konjungsi Koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan 2 klausa atau lebih yang memiliki status sederajat atau sama. Untuk contoh konjungsi koordinatif sendiri antara lain : dan, tetapi, atau, lalu, kemudian, melainkan, padahal, sedangkan.

Konjungsi Subordinatif adalah kata penghubung yang menghubungkan 2 klausa atau lebih yang memiliki status tidak sederajat. Untuk contoh konjungsi subordinatif silahkan sobat simak berikut ini : jika, andai, bagai, ketika, sejak, karena, ibarat sehingga, setelah, seperti, kalau, supaya.Kata penghubung subordinatif masih dibagi lagi menjadi beberapa, silahkan simak dibawah ini.

* Jenis-Jenis Kata Hubung Subordinatif  *
  • Hubungan waktu – contohnya : ketika, setelah, sehabis, sesudah, selesai, sementara, tatkala, sambil, sampai, selama, seraya, selagi, biar, sejak.
  • Hubungan syarat – contohnya : asal, bila, asalkan, manakala, jika, jikalau.
  • Hubungan pengandaian – contohnya : sekiranya, seumpamanya, andaikan, seandainya.
  • Hubungan tujuan – contohnya : supaya, agar, biar.
  • Hubungan konsesif – contohnya : sekalipun, biarpun, kendatipun, walaupun, sungguhpun, walau.
  • Hubungan pemiripan – contohnya : seperti, seakan-akan, laksana, seolah-olah, bagaikan, sebagai.
  • Hubungan penyebaban – contohnya : karena, sebab, oleh karena.
  • Hubungan pengakibatan – contohnya : maka, sehingga, makanya, sampai-sampai, karenanya.
  • Hubungan penjelaan – contohnya : bahwa.
  • Hubungan cara – contohnya : melalui, dengan.

# Konjungsi Antarkalimat
Konjungsi antarkalimat adalah kata hubung yang menghubungkan 2 kalimat atau lebih. Kata penghubung antarkalimat ini difungsikan untuk menyatakan maka yang berbeda-beda. Kata hubung antarkalimat dapat diletakkan di awal kalimat, atau setelah tanda titik, tanda seru dan tanda tanya.
Untuk lebih jelasnya silahkan sobat simak contoh konjungsi antarkalimat dibawah ini:
Keterangan tulisan dibawah: Kata {Penjelasan}
  • Sesungguhnya, bahwasannya {mengacu pada keadaan sebenarnya}
  • Tambahan pula, selain itu, lagi pula {menyatakan adanya hal, peristiwa atau keadaan lain diluar yang telah dinyatakan sebelumnya}.
  • Akan tetapi, tetapi, namun, kecuali itu {menyatakan keadaan pertentangan dengan kondisi sebelumnya}.
  • Biarpun demikian, sekalipun demikian, walaupun demikian, meskipun demikian {menyatakan kesediaan untuk melakukan suatu hal yang berbeda atau bertentangan dengan yang sudah dinyatakan sebelumnya}.
  • Tambahan pula, selain itu, lagi pula {menyatakan adanya hal, peristiwa atau kondisi yang diterangkan pada kalimat sebelumnya}.
  • Kemudian, setelah itu, selanjutnya, sesudah itu {menyatakan kelanjutan dari suatu peristiwa atau kondisi yang diterangkan pada kalimat sebelumnya}.
  • Oleh karena itu, oleh sebab itu {menyatakan akibat}

# Konjungsi AntarparagrafKonjungsi antarparagraf adalah kata penghubung yang menghubungkan pargaraf satu dengan yang lainnya. Biasanya terletak pada awal kalimat.Macam-Macam kata penghubung antarparagraf:

  • Terlebih lagi …
  • Disamping …
  • Tak hanya sebagai …
  • Oleh karena itu …
  • Berdasarkan …

Contoh konjungsi antarparagraf:

Kucing adalah binatang yang sering kita jumpai disekitar kita. Hampir semua tempat entah itu pedesaan ataupun perkotaan, selalu terdapat kucing entah itu kucing liar atau kucing yang sengaja dipelihara. Hewan kucing sangat mudah beradaptasi di wilayah tropis, ya salah satunya Indonesia ini.

Macam-Macam Konjungsi Berdasarkan Fungsi

➽ Konjungsi Temporal (Waktu)
adalah kata hubung yang fungsinya untuk menjelaskan hubungan waktu antar peristiwa. Ada 2 konjungsi temporal, yaitu sederajat dan tidak sederajat..
➽ Konjungsi Perbandingan
adalah kata penghubung yang fungsinya untuk menghubungkan 2 hal dengan cara membandingkan keduanya. Contoh kata hubung perbandingan yang sering digunakan antara lain : bagai, ibarat, seperti, bagaikan, umpama, sebagai.
➽ Konjungsi Sebab (kausal)
adalah kata hubung yang fungsinya untuk menerangkan bahwa suatu peristiwa terjadi karena suatu sebab tertentu. Bisa dilihat dengan cara melihat anak kalimat dan induk kalimat. Kalau anak kalimat ditandai dengan kata penghubung sebab, maka induk kalimat berupa akibat. Kata yang sering digunakan antara lain : sebab itu, sebab, karena, karena itu.
➽ Konjungsi Akibat (konsekutif)
adalah kata penghubung yang fungsinya untuk menunjukkan bahwa suatu hal terjadi karena akibat dari hal yang lain. Kata-kata yang sering digunakan antara lain : akibatnya, sehingga, sampai.
➽ Kata Hubung Urutan
adalah kata hubung yang fungsinya untuk menunjukkan urutan suatu hal. Contohnya : mula-mula, kemudian, lalu.
➽ Konjungsi Pertentangan
adalah kata penghubung yang berfungsi untuk menghubungkan 2 bagian kalimat sederajat, namun dengan mempertentangkan kedua bagian tersebut. Contohnya : sedangkan, sebaliknya, melainkan, padahal, tetapi, namun.
➽ Konjungsi Aditif (gabungan)
adalah kata hubung yang berfungsi untuk menggabungkan 2 kata, frasa, klausa atau kalimat yang kedudukannya sederajat. Contohnya : serta, dan, lagi pula.
➽ Konjungsi Syarat Syarat
adalah kata penghubung yang fungsinya untuk menjelaskan bahwa suatu hal bisa terjadi karena syarat-syaratnya telah dipenuhi. Contoh : apabila, asalkan, kalau, jika, bilamana, jikalau.
Konjungsi Tak Bersyarat
adalah kata hubung yang berfungsi untuk menjelaskan bahwa suatu hal bisa terjadi tanpa perlu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Contoh : biarpun, meskipun, walaupun.
Demikianlah penjelasan mengenai konjungsi penambahan kali ini semoga dapat menambah wawasan dan dapat bermanfaat bagi yang membacanya