Konjungsi Penerang – Pengertian, Arti, Jenis, dan Contoh Kalimat

Posted on

Konjungsi Penerang – pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai definisi pengertian konjungsi penerang serta artinya dan beberapa jenis konjungsi, simak berikut ini penjelasan dan contoh kalimat konjungsi penerang.

Pengertian Konjungsi Penerang

Konjungsi dalam nama lain ialah kata penghubung biasa kita jumpai pada kalimat dalam bahasa Indonesia. Konjungsi berguna untuk menyatukan induk kalimat dan anak kalimat sehingga tercipta kalimat yang saling berhubungan.

Terdapat jenis-jenis konjungsi atau macam-macam konjungsi dan salah satunya adalah konjungsi penerang. Konjungsi penerang juga berguna untuk menjelaskan atau menerangkan suatu kejadian di dalam kalimat.

konjungsi penerang

Pengertian Konjungsi

Konjungsi ialah sebagai kata untuk menghubungkan kata-kata lainnya, ungkapan-ungkapan atau kalimat – kalimat dan sebagainya, dan tidak untuk maksud lain

Contoh :

1. Konjungsi Koordinatif

Contoh: dan, tetapi, namun , atau, sedangkan, padahal, dan serta.

Contoh kalimat:
1. Ibu membeli semangka, jeruk, dan apel.
2. Reza ingin membeli sebuah ponsel, sedangkan Udin ingin membeli komputer.
3. Ridho bingung ingin memilih jurusan IPS atau IPA .
4. Kardi harus membayar hutangnya atau rumahnya akan disita.
5. Ia masih belum pandai dalam berhitung, padahal ia sudah kelas lima SD.
6. Riska ingin meminjam uang lagi, padahal hutang yang sebelumnya belum dilunasi.
7. Yanti ingin melanjutkan kuliah, Akan tetapi ia tidak punya uang.
8. Danu ternyata anak orang kaya, tetapi ia tidak sombong.

2. Konjungsi Korelatif

Kata penghubung korelatif adalah konjungsi yang dalam penggunaannya berupa kata berpasangan. Fungsinya sebagai sama seperti konjungsi koordinatif.

Contoh:
jangankan …, … pun
baik … maupun
sedemikian rupa … sehingga
bukan hanya …, melainkan
tidak hanya …, tetapi juga
apakah … atau

Contoh kalimat:
1. Jangankan motor, mobil pun bisa ia beli.
2. Baik Reina maupun Lena, ternyata keduanya sama-sama pintar bahasa Inggris.
3. Begitu megah rupa bangunan itu dibangun sehingga pondasinya sangat kuat.
4. Vania merasa kebingungan apakah ia harus tetap tinggal di rumah itu atau harus pindah.
5. Rahman tidak hanya bekerja sebagai seorang guru, tetapi ia juga sebagai pengusaha.

3. Konjungsi Subordinatif

Konjungsi ini merupakan kebalikan dari konjungsi koordinatif. Gunanya yakni sebagai penghubung antar unsur kalimat yang tidak sama kedudukannya.

Misalnya :  , sehingga, , bahwa, jika, biarpun, meskipun, yang, sebab, karena, sampai, , seolah-olah, seperti, andaikan, walaupun, selama, sebelum, sesudah, , saat, ketika, dengan, dan tanpa.

Contoh kalimat:
1. Jika punya cukup uang, ia akan membeli sepeda motor.
2. Ardi makan bakso tanpa sambal.
3. Meskipun bekerja sebagai pemulung, ia mampu berkurban.
4. Andaikan saja tidak hujan, Caca akan main ke rumah Sisi.
5. Reza dipecat oleh bosnya karena sering tidak masuk kerja.
6. Triono sudah lihai mengendarai sepeda sejak usia 5 tahun

Contoh Kalimat Konjungsi Penerang

  1. Budi mempunyai seorang adik yakni Susanti.
  2. Dita lahir di luar negeri yakni Belanda.
  3. Ia memakai alasan yang tidak masuk akal untuk tidak masuk sekolah yakni kehilangan tas.
  4. Buku ini mempunyai isi yang tidak biasa yakni tentang dunia arwah.
  5. Dini memiliki cita-cita yang sangat mulia yakni menjadi guru bagi anak-anak yang tidak bisa membaca di desanya.
  6. Adi divonis menderita penyakit yang cukup berat yakni kanker paru-paru.
  7. Ibu membeli kue yang sangat enak yakni kue pancong.
  8. Rumah Pak Ari jauh dari kantornya yakni di Bandung.
  9. Bola yang ditendang oleh Koko masuk ke dalam rumah orang yakni rumah Wak Anas.
  10. Masakan ini menggunakan resep rahasia yakni bumbu rempah yang melimpah.
  11. Jalan menuju Kuburan Lama tidak jauh dari sini yakni tepat di perempatan sana.
  12. Kisah dalam dongeng ini mengisahkan tentang hidup seorang gadis yang malang yakni Cinderella.
  13. Nenek Azrul mengidap penyakit yang langka yakni Parkinson.
  14. Gol pertama pada pertandingan tadi diciptakan oleh pemain baru yakni Asensio.
  15. Presiden akan datang berkunjung ke tempat yang terkena bencana tadi malam yakni Jombang.
  16. Hadiah ini terkesan istimewa karena pemberian dari seseorang yang begitu istimewa pula yakni ibuku.
  17. Bau busuk yang menyengat di kamar Lita ternyata dari benda itu yakni kaos kakinya.
  18. Kulit anak itu terluka akibat terkena benda tajam yakni pisau.

1. Konjungsi Aditif

konjungsi ini berguna sebagai penghubung antara dua unsur gramatikal, entah itu kata, frasa, klausa, kalimat, ataupun paragraf. Kara-kata yang termasuk dalam konjungsi ini adalah dan, serta, dan lagipula.

2. Konjungsi Pertentangan 

Sebagai konjungsi yang berguna untuk menghubungkan dua unsur gramatikal yang saling bertentangan. Kata-kata yang termasuk dalam konjungsi ini ialahsebaliknya, sedangkan, akan tetapi, tetapi, dan namun.

3. Konjungsi Disjungtif 

jenis konjungsi ini bersifat disjungsi atau konjungsi yang berguna untuk menghubungkan dua unsur yang saling berlawanan. Kata-kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini antara lain maupun, baik… baik, entah… entah, dan atau… atau.

4. Konjungsi Waktu

konjungsi ini berguna untuk menghubungkan dua unsur yang mempunyai hubungan atau keterangan waktu.

5. Konjungsi Final

konjungsi ini berguna untuk menghubungkan dua unsur yang mengandung hubungan tujuan. Kata-kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini yakni supaya, untuk, dan agar.

6. Konjungsi Sebab

Sesuai  dengan sebutannya, konjungsi ini merupakan konjungsi yang berguna untuk menghubungkan dua unsur yang menyatakan hubungan sebab di dalamnya. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi ini yaitu , karena itu , sebab, karena , dan sebab itu.

7. Konjungsi Akibat

konjungsi ini berguna untuk menghubungkan dua unsur (kata, frasa, klausa, kalimat, ataupun paragraf) yang mempunyai hubungan akibat di dalamnya. Kata-kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini yakni;  sampai, akibatnya, dan sehingga.

8. Konjungsi Syarat

konjungsi ini gunanya yakni untuk menghubungkan dua unsur yang mempunyai hubungan syarat di dalamnya. Kata-kata yang tergolong ke dalam konjungsi ini ialah ;  jikalau, jika, kalau, , dan asalkan.apabila

9. Konjungsi Tak Bersyarat

Kebalikan dari konjungsi syarat, konjungsi ini ialah konjungsi yang gunannya untuk menghubungkan dua unsur yang menyatakan hubungan yang tidak bersyarat. kata-kata yang termasuk dalam konjungsi ini ialah ;  meskipun, biarpun, dan walaupun.

10. Konjungsi Perbandingan

jenis konjungsi ini berguna untuk menghubungkan dua unsur yang saling membandingkan atau dua unsur yang mempunyai hubungan perbandingan. Kata-kata yang termasuk dalam konjungsi ini yakni ; bagaikan , bagai, seperti, ibarat, sebagaimana, seakan-akan, dan umpama.

Demikianlah pembahasan mengenai konjungsi penerang dan beberapa jenis dan contoh kalimatnya, semoga dapat bermanfaat bagi yang membacanya

Artikel Lainnya :