Majas Personifikasi – Pengertian, Gaya Bahasa, dan Contoh

Posted on

Mengenal Lebih Dekat dengan Majas Personifikasi

Pelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang masuk ke dalam ujian Nasional. Sebagian besar orang beranggapan bahwa bahasa Indonesia salah satu pelajaran yang gampang-gampang susah. Pelajaran ini mudah dipahami namun ada banyak soal yang membuat bingung.

Pengertian, ciri-ciri dan contoh majas personifikasi
Pengertian, ciri-ciri dan contoh majas personifikasi

Ada banyak sekali materi pelajaran bahasa Indonesia yang harus dikuasai, salah satu materi yang cukup susah adalah majas. Majas memiliki arti gaya bahasa yang berbentuk perumpamaan menguatkan kesan pada kalimat imajinatif. Ada banyak sekali jenis-jenis majas yang harus anda ketahui, di antaranya adalah majas sarkasme, majas personifikasi, majas sinekdode, majas hiperbola, majas paradox dan masih banyak lagi lainnya.

Pengertian Majas Personifikasi

Salah satu majas yang akan kita bahas adalah majas personifikasi. Apa itu majas personifikasi? yaitu majas yangmenggunakan sifat-sifat manusiawi terhadap benda yang sudah mati. Sehingga benda yang sudah mati tersebut seolah-olah memiliki sifat hidup. Sering juga ditemui bahwa majas personifikasi sering berbentuk perbandingan. Membandingkan antara yang mati dengan yang hidup sehingga membuat benda mati seolah-olah hidup. Tidak heran jika majas ini dikenal juga dengan nama majas perbandingan.

Pengertian majas personifikasi menurut pendapat lainnya adalah gaya bahasa yang memberikan suasana hidup pada benda yang sudah mati, sehingga seolah-olah benda tersebut hidup dan memiliki perilaku layaknya manusia. Adapun pengertian personifikasi menurut bahasa adalah memanusiakan, berasal dari kata Yunani kuno yaitu Prosopopoeia. Kita akan sering menemukan majas ini dibeberapa karya seperti puisi, novel, cerpen dan karya fiksi lainnya.

Ciri-ciri Majas Personifikasi

Sudah dijelaskan di atas bahwasanya majas personifikasi sering menggunakan gaya bahasa perbandingan. Membandingkan benda mati menjadi benda yang seolah-olah hidup dan memiliki nyawa. Selain sering kita temui dalam karya fiksi, ternyata majas personifikasi sering juga kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, entah dengan sadar atau tidak.

Berikut ini adalah ciri-ciri majas personifikasi yang harus anda ketahui. Pertama, biasanya majas ini menggunakan gaya bahasa yang menggunakan sifat manusia pada benda yang mati. Ciri kedua, biasanya menggunakan gaya bahasa perbandingan membandingkan benda mati seperti angin, debu, binatang dan lainnya bertingkah seperti manusia. Ketiga, Gaya bahasa majas ini menggambarkan situasi atau bayangan yang nyata.

Contoh Gaya Bahasa Majas Personifikasi

Jika anda masih bingung dan belum ada gambaran tentang majas personifikasi, maka berikut ini adalah contoh gaya bahasa yang digunakan untuk majas personifikasi. Majas ini bisa anda gunakan dalam pembuatan puisi, cerpen atau karya fiksi lainnya.

  • Aku pergi ke pantai, di pantai nyiur melambai-lambai membuat suasana pantai lebih indah. Pada kalimat tersebut benda mati yaitu nyiur atau daun kelapa melambai-lambai, padahal biasanya yang melambai-lambai adalah tangan manusia.
  • Saat aku pergi ke hutan daun-daun saling berbisik terkena angin. Majas personifikasi terdapat pada benda mati yaitu daun yang berbisik, kita tahu bahwa yang mampu berbisik hanyalah manusia.
  • Akar pohon di pinggir sungai telah menyelamatkannya dari banjir. Benda mati berupa akar mampu menyelamatkan seseorang, seolah-olah akar tersebut yang menyelamatkan seseorang dari banjir.
  • Makanan pedas ini membakar lidahku. Makanan pedas adalah benda mati, namun di majas personifikasi mampu membakar lidah.

Dan masih banyak lagi contoh lainnya yang ada di internet dan berbagai sumber seperti buku bahasa Indonesia. Dari contoh di atas maka dapat disimpulkan bahwa majas personifikasi sesuai dengan pengertiannya bahwa benda mati dibuat seolah-olah memiliki perilaku atau sifat layaknya benda hidup.

Demikian pembahasan kita tentang majas personifikasi, semoga bermanfaat dan menambah wawasan pengetahuan kita tentang majas

Artikel Lainnya :