Majas Repetisi – Penjelasan Dan Contohnya

Posted on

Majas Repetisi

Laelitm.com – Majas Repetisi adalah salah satu majas yang kurang dibahas dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Meski begitu majas ini cukup penting untuk dibahas dan diketahuio oleh sahabat belajar.

Majas sendiri merupakan gaya bahasa atau pemilihan kata yang dilakukan untuk memperindah sebuah karya sastra. Dengan cara pengungkapan yang tidak biasa karena terkadang dalam sebuah majas sering menggunakan kata sinonin dan perumpamaan untuk menggambarkan suatu peristiwa tertentu.

Majas memiliki banyak sekali macam dan jenis menurut penggunaan katanya. Majas repetisi adalah salah satunya.

Meski mungkin majas ini jarang sekali didengar atau digunakan dalam karya sastra seperti majas majas lain yang sudah terkenal dan sangat mudah ditemukan di dalam karya sastra seperti novel, cerpen, puisi bahkan hingga lirik lagu.

Untuk itu kali ini kita akan membahas mengenai majas repetisi mulai dari pengertian hingga contoh kalimat yang mengandung majas repetisi. Simak ulasannya di bawah ini!

 

Pengertian Majas Repetisi

Repetisi berasal dari bahasa Latin yakni kata “Repetitio” yang merupakan gabungan dari dua kata yakni “re” yang berarti kembali atau lagi dan “petere” yang berarti mengarahkan. Sehingga “repetisi” memiliki arti “pengulangan kembali”.

Sehingga secara umum majas repetisi bisa diartikan sebagai majas pengulangan atau majas yang menggunakan suatu gaya bahasa yang mengungkapkan pengulangan kata, frasa mau pun klausa yang sama untuk mempertegas makna dari kalimat itu sendiri.

Majas ini sendiri termasuk ke dalam majas penegasan bersama dengan majas antiklimaks dan majas klimaks yang sebelumnya telah kami bahas.

Pada majas ini pengulangan kata atau bentuk lain yang diulang mempunyai kata dan mengandung makna yang tersirat sama, baik pada kalimat pertama, kedua dan ketiga semua arti dari kata yang digunakan sama meski menggunakan kata yang berbeda.

Akan tetapi bentuk dari pengulangan yang disajikan dapat menggunakan untuk menunjukkan suatu kuantitas serta penegasan gagasan mau pun hanya digunakan untuk sekadar menambah nilai estetika pada sebuah karya sastra.

Sehingga apabila keseluruhan makna dari kata – kata yang diulan g tersebut sama, namun akan mempunyai kesan yang tersirat di akhir pengulangan.

Misalnya saja seperti contoh yang ada di bawah ini :

Sebagai anak laki–laki satu satunya di keluarganya, Andi berjanji akan terus berusaha, berusaha dan terus berusaha untuk menjadi tulang punggung menggantikan sang Ayah demi mencukupi kehidupan Ibu dan sekolah adik adiknya.

Penjelasan Artinya :

Pada kalimat di atas majas repetisi bisa dilihat di dalam pengulangan katan “akan terus berusaha, berusaha dan terus berusaha”.

Pengulangan ini memiliki fungsi sebagai penegasan makna serta tujuan dari inti pembahasan pada kalimat tersebut.

Tak hanya sebagai pengulangan kata pada kalimat juga memberikan kesan estetika di dalamnya sehingga membuat pesan dari kalimat tersebut lebih mudah untuk dipahami.

 

Ciri-ciri Majas Repetisi

1.) Menggunakan pengulangan kata, frasa dan klausa di dalam satu kalimat.

2.) Mempunyai kata mau pun kalimat yang sama dengan pengulangan kata tersebut.

 

Fungsi Majas Repetisi

1.) Berfungsi untuk menegaskan suatu makna dari kata yang diulang pada sebuah karya sastra.

2.) Menunjukkan kuantitas dan menambahkan nilai estetika pada sebuah kalimat.

 

Macam-macam Majas Repetisi

Majas repetisi sendiri terdiri dari beberapa jenis :

1.) Anafora

Majas anafora merupakan majas repetisi yang menggunakan pengulangan kata, frasa mau pun klausa di bagian awal kalimat.

Contoh Kalimat :

Maaf merupakan sebuah kata yang sangat mahal diucapkan, maaf adalah kata yang tidak boleh diucap sembangan. Maaf harus diucapkan dengan ketulusan hati dan komitmen untuk tidak mengulanginya lagi.

 

2.) Epistrofa atau Epifora

Pada majas ini pengulangan kata, frasa dan klausa digunakan di akhir kalimat.

Contoh Kalimat :

Katakana pada ku jika kau rindu. Sebut nama ku jika kau rindu. Bayangkan aku jika kau rindu. Jika kau rindu maka aku akan datang padamu.

 

3.) Simploke

Majas simploke menggunakan pengulangan kata, frasa dan klausa di bagian awal dan akhir kalimat.

Contoh Kalimat :

Malam ini aku sendiri. Menatap bulan besar di atas kepala malam ini. Mencoba mengingat semua hal tersisa tentang kita. Saat perpisahan kita di bawah bulan purnama, seperti malam ini.

 

4.) Mesodiplosis

Majas ini menggunakan pengulangan kata, frasa mau pun klausa di bagian tengah kalimat.

Contoh Kalimat :

Sendiri di dalam sepi menangis. Berdiri di dalam sepi aku sendiri. Menatap kamu di dalam sepi hanya lewat mimpi.

 

5.) Epanalepsis

Majas ini menggunakan pengulangan kata pertama di bagian akhir kalimat.

Contoh Kalimat :

Angin berbisik membelah sepi. Bergidik ngeri mengingat kamu pergi dibawa angin.

 

6.) Anadiplosis

Majas ini menggunakan pengulangan kata, frasa mau pun klausa pada akhir kalimat paling akhir. Lalu dijadikan frasa mau pun klausa di awal kalimat yang berikutnya.

Contoh Kalimat :

Api di dalam diri seperti bara. Bara yang membara membakar semua nyawa. Nyawa ku kini padam tidak bernyala.

 

7.) Epizeukis

Majas ini menggunakan pengulangan kata yang digunakan secara berturut-turut pada sebuah kalimat.

Contoh Kalimat :

Pergi sendiri di bawa angin menuju pantai. Pantai ku nun jauh terbawa laut hingga ke samudera.

 

8.) Tautotes

Majas ini menggunakan pengulangan kata yang dilakukan secara berulang-ulang di dalam sebuah konstruksi pada sebuah kalimat.

Contoh Kalimat

Dia membunuh ku. Aku membunuhnya. Kita sama-sama membunuh. Kita adalah pembunuh.

 

Contoh Kalimat Yang Mengandung Majas Repetisi

Berikut ini adalah contoh kalimat yang mengandung majas repetisi yang sudah kami siapkan untuk anda agar lebih memahami materi pembahasan kali ini :

1.) Aku berjanji hingga tua nanti akau selalu terus di sisi mu, terus di sisi mu dan terus di sisi mu hingga maut memisahkan kita.

2.) Minuman keras yang terus menerus kau minum setiap hari, setiap waktu lama – lama akan membunuh mu secara perlahan.

3.) Aku mendengar ada suara wanita berteriak meminta tolonng, tolong, tolong di tengah keheningan malam yang lantas membuat bulu kuduk ku merinding, ketakutan.

4.) Padahal ibu telah melarang, memperingatkan hingga memberikan ancaman padanya untuk tak menggunakan baju seksi dan rok mini pada saat keluar rumah, tapi gadi itu memang tak punya telinga.

5.) Melihat anaknya terbaring sakit tak berdaya wanita itu hanya bisa menangis dan terus beroda, terus berdoa, dan terus menerus berdoa di dalam hati demi kesembuhan anak semata wayangnya yang paling dia cintai.

 

Contoh majas repetisi di atas mengakhiri pembahasan kita pada kesempatan kali ini, sampai jumpa lagi di LaeliTM.com.

 

Artikel Lainnya :