Oksigen Adalah – Pengertian, Sifat, Rumus Kimia

Posted on

Oksigen Adalah – Pengertian, Sifat, Rumus Kimia

Laelitm.com – Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai apa itu oksigen? Tentunya semua orang sudah tahu mengenai oksigen karena oksigen adalah salah satu penunjang paling penting bagi kehidupan seluruh makhluk di bumi. Tak hanya manusia saja yang membutuhkan oksigen tapi hewan dan tumbuhan juga membutuhkan oksigen, bahkan manusia tak akan mampu bertahan lama tanpa adanya oksigen.

Kali ini kita tak hanya akan menjelaskan mengenai pengertian dari oksigen namun juga akan menjelaskan mengenai sifat fisik dan senyawa oksigen.

Pengertian Oksigen

Oksigen atau zat asam merupakan sebuah unsur kimia yang ada di dalam sistem tabel periodic yang memiliki lambing O dan juga nomor atom 8. Oksigen juga termasuk ke dalam unsur golongan kalkogen yang dapat dengan mudah bereaksi dengan hampur pada semua unsure yang lainnya, terutama menjadi oksida.

Pada tekanan standard an temperature kedua atom unsure ini memiliki kaitan sehingga menjadi dioksigen yakni merupakan senyawa gas diatomic dengan menggunakan rumus O2 yang tidak memiliki warna dan tidak memiliki rasa serta tak berbau sama sekali. Oksigen sendiri adalah unsur yang sangat banyak dan sangat melimpah jumlahnya nomor tiga di alam semesta ini jika bersarkan massa dan unsur yang paling melimpah di kerak bumi, gas oksigen diatomik mengisi sekitar 20,9% volume atmosfer di bumi.

Rumus Kimia Oksigen

Struktur

Pada tekanan standard an juga temperature oksigen hanya berupa gas yang tak berwarna dan berasa dengan rumus kimia O2. Kedua atom oksigen secara kimiawi akan memiliki kaitan dengan konfigurasi electron triplet spin, ikatan ini sendiri mempunyai orde ikatan dua dan disebut sebagai ikatan ganda atau kombinasi satu ikatan dua electron dengan dua ikatan tiga electron.

Sifat Fisik

Oksigen dapat dengan mudah larut dengan air dibanding pada nitrogen karena air memiliki kandungan satu molekul o2 untuk dua molekul N2 jika dibandingkan dengan rasio atmosferik sekitar 1:4.

Kelarutan oksigen ke dalam air ini sendiri tergantung pada suhu karena pada suhu 0 derajat celcius konsentrasi oksigennya adalah 14,6 mg·L−1, sementara jika pada suhu 20 derajat celcius dan 1 atm udara, maka air tawar akan mengandung sekitar 6, 04 mililiter (mL) oksigen per liter, sementara itu di dalam air laut mengandung sekitar 4,95 mL per liter.

Sedangkan di suhu 5 °C kekarutannya akan menjadi bertambah 9,0 mL atau lebih besar dibanding sekitar 50% pada suhu 25 °C perliter yang terdapat pada air murni dan 7,2 mL atau 45% lebih per liter untuk air laut.

Oksigen akan mengembun jika berada pada suhu 90,20 K atau −182,95 °C, −297,31 °F, serta pada suhu 54.36 K atau −218,79 °C, −361,82 °F.

Warna dari oksigen cair mau pun padat sendiri yakni berwarna bitu langi yang diakibatkan oleh penyerapan warna merah.

Di dalam oksigen cair kadar kemurniannya akan sangat tinggi dann dihasilkan dengan distilasi yang bertingkat udara, oksigen cair ini juga bisa dihasilkan dari pengembunan udara yang memanfaatkan nitrogen cair dengan pendingin. Oksigen adalah zat yang begitu reaktis sehingga harus dipisahkahn dari bahan bahan yang sangat mudah terbakar.

Senyawa Oksigen

Pada keadaan oksidasi oksigen adalah -2 untuk hampir semua senyawa oksigen yang diketahui, keadaan oksidasi -1 juga ditemukan pada beberapa senyawa seperti peroksida.

Senyawa oksigen di dalam keadaan oksidasi lainnya pun sangat jarang ditemukan yaitu -1/2 (superoksida), -1/3 (ozonida), 0 (asam hipofluorit), +1/2 (dioksigenil), +1 (dioksigen difluorida), dan +2 (oksigen difluorida).

Senyawa Oksida Dan Senyawa Anorganik Lainya

Air merupakan oksida hydrogen yang merupakan senyawa oksigen yang paling dikenal karena atom hidrogen secara kovalen berkaitan dengan oksigen. Atom ini pun berinteraksi dengan atom oksigen dari molekul air lainnya sekitar 23,3 kJ·mol−1 per atom hidrogen. Sementara itu ikatan hidrogen antar molekul air ini akan menjaga kedua molekul 15% menjadi lebih dekat dibandingkan yang diperkirakan jika memperhitungkan gaya Van der Waals

Oleh sebab itu elektronegativitasnya, oksigen akan membentuk ikatan kimia dengan smeua unsur lain di dalam suatu suhu tinggi serta menghasilkan senyawa oksida, akan tetapi terdapat pula beberapa unsur yang secara spontan akan membuat terbentuknya oksida yang terjadi pada suhu dan tekanan standar, contohnya adalah proses perkaratan besi.

Permukaan logam seperti aluminium atau titanium ini sendiri teroksidasi dengan keberadaan udara yang membuat permukaan logam tersbeut akhirnya tertutupi oleh lapisan tipis oksida yang akan mencegah korosi.

 

Demikian pembahasan kali ini mengenai oksigen yang juga menjelaskan mengenai pengertian dan rumusnya.

Artikel Berikutnya :