Rumus Gaya Gesek Beserta Contoh Soal

Posted on

Rumus Gaya Gesek Beserta Contoh Soal

Rumus Gaya Gesek Beserta Contoh Soal – Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan penjelasan mengenai rumus gaya gesek dan juga contoh soal beserta dengan cara penyelesaiannya. Tapi sebelum mulai membahas mengenai contoh soal, ada baiknya jika kita membahas pengertian dari gaya gesel terlebih dahulu, untuk lebih memperjelas materi pembahasan kali ini.

Mari simak pengertian lengkap dari gaya gesek yang ada di bawah ini, baru setelah itu dilanjutkan membahas contoh soal dan jawabannya. Berikut ini pembasan lengkapnya, simak hingga selesai ya!

Pengertian Gaya Gesek

Gaya gesek adalah suatu gaya yang arahnya melawan gerak benda atau pun kecenderungan arah benda bergerak. Gaya gesek ini sendiri muncul apabila dua buah benda bersentuhan, benda – benda yang dimaksud ini sendiri tidak harus berbentuk padat akan tetapi bisa juga berbentuk cair mau pun gas.

Gaya gesek sendiri sesuai dengan hukum I Newton, pada balok kayu yang diletakkan di atas meja normal yang arahnya berlawanan dengan gaya berat, jika arah gerak benda mendatar maka besarnya gaya normal (N) ini sama dengan berat benda (w).

Apabila sebuah balok kayu ditarik dengan menggunakan tali, maka gaya diperlukan di dalam jumlah tertentu, hal tersebut dikarenakan adanya gaya gesekan di antara permukaan balok dengan permukaan meja yang berlawanan arah dengan arah gerak balok.

Besarnya gaya gesekan ini sendiri dipengaruhi dengan berat benda dan kekasaran permukaannya yang saling bersentuhan. Untuk permukaan yang licin ini pengaruh gaya gesekan sangatlah kecil sehingga bisa dikatakan tak ada gaya gesekan.

Gaya gesekan (Fg) yang terjadi pada saat benda belum bergerak ini disebut dengan gaya gesekan statis (Fs) sementara pada gaya gesekan yang telah terjadi sesudah benda bergerak ini sendiri disebut dengan gesekan kinetis (Fk).

Pada saat balok kayu ini ditarik secara berangsur – angsur neraca pegas akan menunjukkan angka yang semakin besar, hal ini juga terjadi akibat gaya gesekan statis yang memiliki angka yang bervariasi dari nol hingga dengan nilai maksimum tertentu. Angka paling besar bisa dicapai sesaat sebelum balok kayu bergerak. Angka inilah yang biasa disebut dengan gaya gesekan statis maksimum.

Itu lah pengertian gaya gesek yang wajib anda ketahui, setelah anda mengetahui tentang pengertian gaya gesek, sekarang anda juga harus mengetahui rumus dari gaya gesek. Berikut ini adalah rumus dari gaya gesek, simak secara lengkap di bawah ini ya.

Rumus Gaya Gesek

Gaya gesek sendiri biasa ditulis dengan cara berikut ini:

Pada gaya gesekan statis sendiri berlaku persamaan

Fs = μs N

Penjelasan :

Fs = gaya gesekan statis

μs = koefisien gesekan statis

N = gaya normal

 

Sementara itu rumus pada gaya gesekan kinetis berlaku persamaan

Fk = μk N

Penjelasan :

Fk = gaya gesekan kinetis

μk = koefisien gesekan kinetis

N = gaya normal

μk < μs

Fg = Fs atau Fk

besarnya koefisien gesekan kinetis sendiri ialah tetap

Jika sudah mengetahui pengertian lengkap gaya gesek beserta dengan rumusnya maka tak akan lengkap jika anda tidak mengetahui contoh soal dari gaya gesek. Di bawah ini sudah disiapkan contoh soal beserta dengan jawaban dan cara menyelesaikannya, sehingga bisa anda gunakan sebagai latihan untuk memecahkan contoh soal mengenai gaya gesek. Simak di bawah ini contoh soalnya ya!

Contoh Soal Gaya Gesek

Apabila diketahui suatu benda yang memiliki massa sekitar 50 kg dan berada pada bidang datar, pada benda, gaya yang bekerja 200 N mendatar, berpakah percepatan pada benda tersebut :

  1. Bidang licin?
  2. bidang kasar dengan koefisien gesek = 0,3 (g = 10 m/s2)?

Dari contoh soal di atas coba kerjakan dan selesaikan dengan menggunakan rumus yang sudah dibahas di atas.

Penyelesaian :

Apabila Diketahui :

m = 50 kg

μ = 0,3

F = 200 N

g = 10 m/s2

Jika Ditanyakan :

  1. percepatan benda jika bidang licin = …?
  2. percepatan benda jika bidang kasar (μ = 0,3) = …?

Maka Jawabannya adalah sebagai berikut :

1.Bidang licin

F = m a maka a = F/m

= 200/50

= 4 m/s

Sehingga diketahui jika bidang licin = 4 m/s2.

2.Bidang kasar (μ = 0,3)

N = w

= mg

= 50 x 10 = 500 N

Fgesek = μ N

= 0,3 x 500

= 150 N

Ftotal = F – Fgesek

= 200 – 150

= 50 N

a = Ttotal/m

= 50/50

= 1 m/s

Sehingga diketahui percepatan jika bidang kasar = 1 m/s2.

Demikian pembahasan mengenai gaya gesek mulai dari pengertian, rumus hingga contoh soalnya. Semoga bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan anda, sampai jumpa di materi pembahasan berikutnya.

Artikel Lainnya: